Showing posts with label The Little Sunnah. Show all posts
Showing posts with label The Little Sunnah. Show all posts

Tuesday, May 20, 2014

Jangan Terlalu Bersedih Jika tidak Sesuai Harapan…

,
Al-Mutanabbi berkata :

مَا كلُّ ما يَتَمَنّى المَرْءُ يُدْرِكُهُ…. تَجْرِي الرِّيَاحُ بِمَا لا تَشْتَهِي السُّفُنُ

“Tidak semua angan-angan seseorang lantas ia dapatkan….
Angin berhembus tidak sesuai dengan kehendak perahu layar…”
Faidah : Tentu tidak semua keingingan, angan-angan, cita-cita, dan harapan selalu terwujudkan sebagaimana terkadang angin di lautan berhembus tidak sesuai dengan keinginan dan kemaslahatan perahu layar.
Terkadang angin tersebut justru berhembus berlawanan arah dari tujuan kapal/perahu. Atau terkadang angin berhembus ke arah tujuan perahu layar akan tetapi angin tersebut berhembus dengan pelan tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Namun sang nelayan dan sang nahkoda tetap melanjutkan perjalanan menuju tujuan dan harapan…, ia sadar bahwa kondisi angin tidak selamanya demikian…betapa sering angin berhembus sesuai dengan keinginannya…

(Ust. Firanda Andirja, MA)
bbg-alilmu
Read more →

Tuesday, May 13, 2014

Saudaraku, Teruslah Berbuat Baik!

,
Saudaraku yg baik hati..
Jangan tertipu dengan usia muda, karena syarat mati tidak harus tua.... 

Jangan terpedaya dengan badan sehat, karena syarat mati tidak harus sakit...

Tundukkan diri kita di atas hukum Allah Azza wa Jalla, tundukkan pikiran dan logika di bawah Al Qur'an dan Sunnah. Karena Islam bukan bersumber dari buah pemikiran atau kepandaian merangkai kata, Islam bersumber dari Al Qur'an dan hadits Nabi صلى الله عليه وسلم   

Teruslah berbuat baik, bertaubat dan beristighfar akan setiap perbuatan dosa yang kita lakukan, bertutur katalah yang baik, serta terus memberikan nasehat yang baik yang bersumber dari Al Qur'an dan Sunnah yang murni, walau tak banyak orang mengenal dirimu. 

Cukuplah Allah Azza wa Jalla,  mengenalimu lebih dari pada yang lain...

Jadikanlah dirimu seperti jantung yang tidak terlihat, tapi terus berdenyut setiap saat dan bermanfaat dalam kehidupanmu, sehingga membuat kita terus hidup sampai diberhentikan oleh Allah Azza wa Jalla, semoga kita jadi umat yang terbaik dan menjadikan akhir kehidupan kita yang baik..

Semoga bermanfaat..
بارك الله فيكم

(Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى)
Read more →

Monday, May 12, 2014

Adab Menebar Berita

,
Syaikh Abdurrahman Assa'diy rahimahullah menafsirkan surat An Nisaa: 83.

Beliau berkata: 
Ini adalah adab dari Allah untuk hamba hambaNya.. 
Apabila datang perkara yang penting.. yang berhubungan dengan keamanan dan kegembiraan kaum muslimin.. 
Atau ketakutan yang ada padanya musibah untuk mereka.. 
Agar memeriksa dengan teliti.. 
Dan jangan tergesa gesa menyebarkannya.. 
Tetapi hendaklah mereka mengembalikan kepada rosul.. 
Dan kepada alim ulama.. 
Yang amat memahami kemashlahatan dan mudlaratnya.. 
Jika mereka memandang mashlahat untuk disebarkan.. 
Memberikan kegembiraan kepada kaum muslimin dan terlindung dari musuh mereka.. 
Mereka lakukan.. 
Namun jika memandang mudlaratnya lebih besar.. 
Mereka tidak menyebarkan.. 
(Taisir karimirrohman hal 154). 

Buat anda yang suka menshare berita.. 
Renungkanlah ucapan beliau ini.. Baarakallahu fiikum..

(Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى)
Read more →

Sunday, May 11, 2014

Jerat-jerat Setan dalam Menggoda Manusia

,
Firman اَللّهُ سبحانه وتعالى :
"Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau Aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka. (Shad: 82-83)

Ibnul Qayyim menyebutkan dlm kitab Al Bada'iul Fawaaid: "Sesungguhnya setan mengajak manusia kepada enam perkara, ia baru melangkah kepada perkara kedua bila perkara pertama tidak berhasil dilakukannya. Langkah-langkah setan dalam menggoda manusia:

1. Mengajaknya berbuat syirik dan kekufuran. Jika hal ini berhasil dilakukannya berarti setan telah menang dan tidak sibuk lagi dgnnya.

2. Jika tidak berhasil, setan akan mengajaknya berbuat bid'ah. Jika sudah terjerumus ke dalamnya maka setan akan membuat bid'ah itu indah dimatanya hingga ia rela dan setanpun membuatnya puas dengan bid'ah itu.

3. Jika tidak berhasil juga, setan akan menjerumuskannya ke dalam dosa-dosa besar

4. Jika tidak berhasil, setan akan menjerumuskannya ke dalam dosa-dosa kecil

5. Jika ternyata tidak berhasil juga setan akan menyibukkannya dengan perkara-perkara mubah hinggai ia lupa beribadah

6. Jika tidak mempan juga, setan akan membuainya dengan perkara-perkara kurang penting hingga ia abaikan perkara-perkara terpenting

7. Jika gagal juga maka setan akan melakukan tipu daya terakhir, yaitu mengerahkan bala tentaranya dari jenis manusia untuk menyerang orang-orang yang berpegang teguh dengan agamanya
Allah Ta'ala mengabarkan bahwa dikalangan manusia ada juga yang berperan sebagai setan, firman اَللّهُ سبحانه وتعالى :
"Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin. (Al-An'am: 112)

Oleh sebab itu banyak kita temui setan-setan jenis manusia ada yang menyeru kepada kekufuran, syirik, mengajak orang berbuat dosa baik dosa besar maupun dosa kecil, atau mengajak kepada perbuatan-perbuatan yang melalaikan...

(Ustadz Abdussalam Busyro, Lc حفظه الله تعالى)
Read more →

Saturday, May 10, 2014

Bergaul dengan Orang IKHLAS dan Manfaatnya

,
Dikisahkan bahwa pada masa dahulu dijumpai tiga orang yang terperangkap dalam goa. Terbukalah pintu goa dengan sebab keikhlasan doa. Hingga ketiganya berdoa dan terbuka penutup goa tersebut dan terbebaslah semua, lantaran manfaat yang mereka gapai bersama, satu dengan lainya.

Dari sini kita mengetahui faidah dan manfaat dari bergaul bersama orang yang ikhlas, atas karunia Allah yang dilimpahkan kepada mereka.


Sebagaimana pula disebutkan oleh sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 

”Sesungguhnya Allah memiliki malaikat berjalan betebaran di muka bumi yang mengikuti majalis-majalis dzikir, jika menjumpai suatu majlis dzikir maka ia ikut duduk bersama mereka dengan membentangkan sayap hingga memenuhi langit dunia, jika selesai maka malaikat tersebut terbang ke atas langit hingga ditanya Allah Ta’ala -dan Dia lebih mengetahui dari mana mereka datang- maka malaikat menjawab, 
“Kita datang dari kumpulan hamba-Mu di muka bumi yang mereka bertasbih, bertakbir, bertahlil, bertahmid, dan memohon kepada-Mu“. 

Dikatakan, ”Apa yang mereka mohon?”. 
“Mereka memohon surga-Mu,” 

“Apakah mereka pernah melihat surga?”. “Tidak wahai Robb“. 

“Bagaimana jika ia melihat sorga?” “Mereka akan memohon perlindungan.” 

“Perlindungan dari apa?”, 
“Dari neraka-Mu wahai Robb”,

 “Apakah mereka melihat neraka?”, 
“Tidak Ya Robb”, 

“Bagaimana jika mereka melihat neraka?”, 
“Mereka akan memohon ampunan kepada-Mu“. 

Maka Allah katakan, ”Aku telah mengampuni mereka dan Aku berikan apa yang mereka ingginkan serta Aku berikan perlindungan untuk mereka”. 

Ya Robb, diantara mereka terdapat seorang hamba yang banyak melakukan kesalahan, ia melewati majlis tersebut dan ikut duduk bersama mereka?” Maka Allah berkata, ”Aku telah berikan ampunan padanya, mereka adalah sekelompok yang tidak akan menyengsarakan rekanan duduknya”. 

(HR Muslim)

-Kitabul Ikhlas hal: 38-39 - 

(Ust. Rochmad supriyadi LC)
Read more →

Thursday, May 8, 2014

Menebar Dusta Meraih Bahagia

,
Akhi Ukhtii moga selalu dalam lindungan Allah

“Tinggalkanlah dusta, karena dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan kepada neraka”.

Kiranya seperti itulah makna salah satu pesan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, namun ternyata ada dusta yang boleh, bahkan itu adalah bumbu penyedap untuk kehidupan suami istri.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

لا يصلح الكذب إلا في ثلاث: يحدث الرجل امرأته ليرضيها والكذب في الحرب والكذب ليصلح بين الناس

”Tidak dibenarkan berdusta kecuali dalam tiga hal:”Seorang laki-laki yang berbicara kepada istrinya demi menyenangkan hatinya, dusta dalam peperangan dan dusta untuk memperbaiki hubungan manusia (yang sedang berseteru).”(HR. Tirmidzi no. 1939, dan dihasankan oleh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 2834)

Tapi perlu digaris bawahi, bahwa kebolehan ini bukan secara mutlak, yang diperbolehkan adalah dusta yang tujuannya memperbaiki hubungan dan menyenangkan hati, seperti seorang suami yang mengatakan kepada istrinya:

KAU ADALAH PEREMPUAN TERINDAH UNTUKKU

RONA WAJAHMU SELALU MEMBAYANGI JALAN-JALANKU

AKU TAK KUASA BILA TAK MELIHAT WAJAHMU

AKU AKAN SELALU ADA UNTUKMU, SAYANG!!!

MASAKANMU TIADA YANG MENANDINGINYA

Begitu pula sang istri kepada suaminya.

Inilah dusta yang seharusnya dipelajari oleh para pasutri, karena di dalamnya mengandung banyak hikmah, dan inilah gombal yang kadang kala sebagian suami sulit untuk mengungkapkannya, oleh karena itu harus ada latihan...

(Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah MA حفظه الله تعالى)
Read more →

Wednesday, May 7, 2014

Mengamalkan Ilmu adalah Tanpa Kecerdasan dan Kepintaran

,

«قَالَ سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ «لَيْسَ الْعَاقِلُ الَّذِي يَعْرِفُ الْخَيْرَ وَالشَّرَّ وَلَكِنَّ الْعَاقِلَ الَّذِي يَعْرِفُ الْخَيْرَ فَيَتَّبِعُهُ، وَيَعْرِفُ الشَّرَّ فَيَتَجَنَّبُهُ»

Berkata Sufyan bin Uyainah rahimahullah (w: 161H): “Bukanlah seorang yang pintar yang mengetahui kebaikan dan keburukan, akan tetapi seorang yang pintar adalah seorang yang mengetahui kebaikan lalu ia mengikutinya dan mengetahui keburukan lalu ia meninggalkannya.” Lihat kitab Al ‘Aql wa fadhluhu, karya Ibnu Abid Dunya
Read more →

Mengapa Harus Beribadah?

,
Satu pertanyaan yang terlontar, apakah ibadah tersebut untuk kepentingan dan kebahagian manusia ataukah untuk menyusahkan dan membebani mereka? 
Semua manusia bahkan semua makhluk mesti butuh mencari semua kemafaatan dan dijauhi dari segala kemudhoratan. Kemanfaatan berupa kenikmatan dan kelezatan dan kemudhoratan berupa rasa sakit dan siksaan. 

Sehingga manusia membutuhkan empat perkara yaitu:
1. sesuatu yang ia cintai dan cari, yaitu kebahagiaan.
2. sesuatu yang ia benci dan jauhi, yaitu kemudhoratan
3. cara atau wasilah mencapai kebahagian
4. cara atau wasilah menjauhi kemudhoratan

Keempat perkara ini harus ada pada setiap makhluk hidup agar dapat hidup dan menikmati kehidupannya. Semua usaha manusia pasti untuk mencapai keempat perkara ini. 

Allah Ta’ala lah yang memiliki keempat perkara ini, Dialah yang memberikan kebahagian hambaNya dan melepaskan mereka dari kemudhoratan. Juga Dialah yang memiliki dan mengetahui cara atau wasilah mendapatkan kebahagian dan keselamatan tersebut. Tentunya ini memaksa seorang hamba untuk beribadah hanya kepadanya dan meminta bantuan dalam mendapatkan kebahagian dan keselamatan hanya kepadaNya. Sebab semua yang diinginkan dan diharapkan hanya ada pada Allah Ta’ala.

Jelaslah peribadatan yang dilakukan seorang hamba hanyalah untuk kepentingannya, bukan kepentingan orang lain atau kepentingan yang Mahakuasa. 

Inilah maksud dan tujuan penciptaan mereka yaitu beribadah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukanNya dengan yang lain. 

Allah berfirman:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon. 

Mari capai kesempurnaan sifat manusia kita dengan ibadah 

(Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله تعالى)
Read more →

Rahasia Rumput Tetangga Lebih Hijau

,
Sobat, anda pernah melihat wanita yang aduhai cantiknya, sehingga memikat hati anda ? Atau barang kali anda merasa bahwa "ladang tetangga" senantiasa nampak lebih hijau nan menyegarkan dibanding "ladang anda "sendiri ?

Pernahkah anda berpikir, mengapa semua itu bisa terjadi ? 

Ketahulah sobat ! Sejatinya yang menyebabkan anda begitu tergoda dan "ladang tetangga" nampak lebih hijau dibanding "ladang" sendiri adalah nafsu birahi setan.

Setan menipu pandangan anda dan menggoyang-goyang jantung anda sehingga setiap melihat "ladang tetangga" atau wanita yang tidak halal spontan jantung anda terasa berdebar-debar. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إن المرأة عورة، فإذا خرجت استشرفها الشيطان

"Sejatinya wanita itu adalah aurat, sehingga setiap kali mereka keluar dari rumahnya, maka setan pasti mengesankan mereka nampak begitu cantik rupawan. (Ahmad)

Inilah yang terjadi, jantung anda berdebar-debar karena sedang digoyang-goyang oleh setan sehingga darah anda mengalir dengan deras dan nafsu andapun bangkit.

Segera baca ta'awuz (memohon perlindungan kepada Allah) dari godaan setan dan segera palingkan pandangan anda setiap melihat wanita yang tidak halal, agar setan tidak terus menggoyang-goyang jantung anda. 

Dan kalau sudah menikah, segera pulang karena istri anda memiliki semua yang dimiliki oleh wanita yang anda anggap aduhai tersebut. Bahkan bisa jadi istri anda lebih spesial dibanding wanita tersebut.

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمُ الْمَرْأَةَ الَّتِي تُعْجِبُهُ فَلْيَرْجِعْ إِلَى أَهْلِهِ حَتَّى يَقَعَ بِهِمْ، فَإِنَّ ذَلِكَ مَعَهُمْ» 

"Bila engkau melihat seorang wanita yang menjadikanmu tertegun kagum maka segeralah engkau pulang menjumpai istrimu dan lampiaskanlah hasratmu padanya, karena semua yang ada pada wanita tersebut ada pula pada istrimu. (Ibnu Hibban dan lainnya).

(Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى)
Read more →

Kelembuatan di Rumah Tanda Kebahagian

,
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ اللهَ إِذَا ارَادَ بِاهْلِ بَيْتٍ خَيْرًا أَدْخَلَ عَلَيْهِم الرِّفْقَ

"Sesungguhnya jika Allah menghendaki kebaikan bagi sebuah keluarga maka Allah akan memasukkan kelembutan kepada mereka" 
(HR Ahmad dan dishahikan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 523)

Renungkanlah kondisi rumah tanggamu…
jika selalu dipenuhi dengan suara keras..., 
suara lantang...,
kekasaran…, 
bentakan..., 
pukulan terhadap anak-anak...,
jeritan anak-anakmu…, mengangkat suara di hadapan suami…,

Maka Ketahuilah…
engkau sedang jauh dari kebaikan…,

Segera rubahlah sikapmu…
perbaiki kondisi rumahmu, 
penuhi dengan senyuman, kelembutan, niscaya Allah menebar kebaikan dalam keluargamu.
Cinta itu akan tulus jika didasari ketaatan kepada Allah..
Sehingga cintanya akan mengarahkan keduanya kepada kebaikan dan menjauhkan dari maksiat..
Inilah yg disebut cinta kepada Allah..
Cinta yg memprioritaskan keta'atan kpd Allah semata..
 
Maka seindah-indahnya cinta kepada lawan jenis jika dibangun atas dasar ketaatan kpd Allah adalah cintanya suami istri dg pernikahan..

(Ust. Firanda Andirja, Lc MA حفظه الله تعالى)
Read more →

Indahnya duduk bersama Ulama'

,
Disebutkan dalam kitab al Mukhtar fi Fara-idil Uquul wal Akhbaar(hal 55) 
Telah berkata Abdullah bin Abi Musa Tusturi, 

"pernah ada yang berkata kepadaku, "Di mana pun kamu berada, berusahalah untuk berada di dekat orang yang alim". 
Maka aku pergi ke Bairut dan di sana aku mendatangi Majlis Imam Awza'i, pada suatu hari tatkala aku berada bersamanya, tiba-tiba ia bertanya tentang aku, maka aku menjelaskan kepadanya tentang diriku. (di mana dahulunya ia adalah orang Majusi lalu memeluk islam).
 
Kemudian beliau bertanya, "Apakah ayahmu masih hidup?". 

"Iya, aku meninggalkannya di Irak dalam kondisi masih beragama majusi", jawabku.
 
"Bisakah Kamu pulang kepada ayahmu, moga Allah memberinya hidayah lewat kamu". Kata beliau. 
"Apakah kamu memandang bahwa hal itu baik?, tanyaku.
 
"iya, jawab beliau". 
Maka aku kembali ke Irak menjumpai ayahku, ternyata aku mendapatinya dalam kondisi sakit. Dia berkata kepadaku, "Wahai ananda, ajaran apa yang kamu ikuti?".

Maka aku terangkan kepadanya, bahwa aku telah masuk islam. Lalu ia berkata, "Jelaskan kepadaku tentang agamamu itu!.

Aku pun menguraikan tentang agama islam dan orang-orang islam, lalu ia berkata, "Aku mempersaksikanmu bahwa aku telah masuk islam".
 
Subhnalllah, tidak berapa lama setelah itu ia meninggal dunia... dan setelah aku menguburkannya, aku kembali ke Bairut dan di sana aku ceritakan kepada Awza'i tentang apa yang telah terjadi.

Akhi/Ukhti...sudah saatnya kita melihat dengan siapa kita bersahabat dan berkumpul???

(Ust. Syafiq Riza Basalamah MA)
Read more →

Sunday, May 4, 2014

Kambing, Walaupun Telah Terbang!

,
Ucapan di atas, adalah terjemahan harfiah dari satu pepatah Arab yang berbunyi:

عنزة وإن طارت

Konon: dikisahkan ada dua orang sahabat yang sedang berjalan bersama. DI tengah perjalanan, salah saorang dari mereka tiba tiba melihat satu benda hitam, lalu ia berkata: apakah engkau meilhat burung gagak yang berada nun jauh di sana itu?

Sahabatnya menjawab: ya, saya melihat, namun itu bukan burung gagak, akan tetapi itu adalah seekor kambing.

Tak ayal lagi mereka berdua segera hanyut dalam perdebatan tentang benda berwarna hitam tersebut. Di tengah-tengah perbedebatan berlangsung sengit, benda berwarna hitam itu terbang, sehingga terbuktilah bahwa benda itu lebih tepat disebut buruk gagak.

Walau demikian, betapa mengejutkan orang yang berpendapat bahwa benda itu adalah seekor kambing menyeletuk berkata:

عنزة وإن طارت 

Aku tetap pada pendapatku semula bahwa benda itu adalah kambing walaupun telah terbang.

Pepatah ini menggambarkan betapa "orang ngeyel" walaupun anda telah menegakkan dalil atau mendatangkan bukti yang tidak terbantahkan lagi maka ia tidak akan bergeming. Ia tetap saja bersikukuh mempertahankan pendapatnya yang telah terbukti salah.

Berdiskusi dengan orang semacam ini, jelas saja tiada gunanya, menyia-nyiakan waktu dan bahkan bentuk dari kebodohan.

Wajar saja bila dahulu Nabi shallallahu alaihi wa sallam berpesan kepada kita semua agar menjauhi diskusi dengan orang-orang semacam ini:

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا

"Aku memberikan jaminan untuk mendapatkan rumah di tepi surga kepada siapa saja yang dapat menjauhi debat kusir walaupun ia berada pada pihak yang benar." (Abu Dawud dan lainnya)

(Dr. Muhammad Arifin Badri)
Read more →

Jangan Pernah Malu Beristighfar

,
Dikatakan kepada Hasan Al-Bashri rahimahullah 

ألا يستحيي أحدُنا من ربه يستغفِرُ من ذنوبه، ثم يعود، ثم يستغفر، ثم يعود

"Apakah salah seorang dari kita tidak malu kepada Allah, ia beristighfar atas dosa-dosanya lalu ia kembali lagi berdosa lalu istighfar lagi, lalu berdosa lagi?"

Maka Hasan Al-Bashri berkata : ، 
ودَّ الشيطانُ لو ظَفِرَ منكم بهذه، فلا تملُّوا من الاستغفار.

"Syaitan berangan-angan kalau bisa menjatuhkan kalian kepada perasaan malu seperti ini, maka janganlah kalian bosan untuk terus beristighfar"

(Jamiul Uluum wal Hikam 2/485)

(Ustadz Firanda Andirja, MA)
Read more →

Raihlah Cahaya dengan Membuka Al-Quran

,
Akhi/ Ukhti...
Moga Allah menjagamu selalu

Tak terasa sudah berlalu beberapa jam dari kehidupan kita di hari ini...

Sebagian sudah tenggelam dalam aktivitasnya

Ada yang sibuk dengan dunianya

Ada yang sibuk dengan urusan rumah

Dan yang sebagainya...

Tapi sudahkan kita membuka Kitabulllah

Tuk sedikit membaca kalamullah

Walaupun  hanya satu ayat...

Al Qur'an adalah petunjuk

Pentunjuk yang membimbingmu untuk berjalan secara benar dalam semua aktivitasmu

Al Qur'an adl Cahaya

Cahaya yang menerangi jalan dan hatimu

Al Qur'an adl Penyembuh

Penyembuh dari segala penyakit yang hampir semua dari kita memilikinya

Al Qur'an adl kasih sayang Allah

Apa kiranya kita tidak butuh dengan kasih sayangNya

Kalau kau belum membuka Kitabullah, sampai saat kau membaca bc Ini

Maka saatnya kau menutup BBmu sejenak...

1 atw 2 menit...

Untuk meraih hidayah, nur, syifa' dan Rahmat Ilahi 

Lewat KalamNya

Moga Allah menerima amalan kita

Mengampuni dosa kita

Mempertemukan kita di surga

Bersama Rasulullah shallahu alaihi wa sallam

(Ust. Syafiq Riza Basalamah MA)
Read more →

Berbakti kepada Kedua Orang Tua Merupakan Sebab Terkabulnya Doa

,
Dari Asir bin Jabir beliau mengatakan, “Jika para gubernur Yaman menemui khalifah Umar Ibnul Khatthab, maka khalifah selalu bertanya, “Apakah diantara kalian ada yg bernama Uwais bin Amir”, sampai suatu hari beliau bertemu dengan Uwais, beliau bertanya, “engkau Uwais bin Amir?”, “Betul” Jawabnya. Khalifah Umar bertanya, “Engkau dahulu tinggal di Murrad kemudian tinggal di daerah Qorn?”, “Betul,” sahutnya. Beliau bertanya, “Dulu engkau pernah terkena penyakit belang lalu sembuh akan tetapi masih ada belang di tubuhmu sebesar uang dirham?”, “Betul.” Beliau bertanya, “Engkau memiliki seorang ibu? "Iya, masih"", Khalifah Umar mengatakan, “Aku pernah mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan orang dari Yaman dahulu tinggal di Murrad kemudian tinggal di daerah Qorn. Dahulu dia pernah terkena penyakit belang, lalu sembuh, akan tetapi masih ada belang di tubuhnya sebesar uang dirham. Dia MEMILIKI SEORANG IBU, dan Dia SANGAT BERBAKTI KEPADA IBUnya. Seandainya dia berdoa kepada Allah, pasti Allah akan mengabulkan doanya. Jika engkau bisa meminta kepadanya agar memohonkan ampun untukmu kepada Allah maka usahakanlah.” Maka mohonkanlah ampun kpd Allah untukku, Uwais al-Qarni lantas berdoa memohonkan ampun utk Umar Ibnul Khaththab. Setelah itu Umar bertanya kepadanya, “Engkau hendak pergi ke mana? “Kuffah,” jawabnya. Beliau bertanya lagi, “Maukah ku tuliskan surat untukmu kepada gubernur Kuffah agar melayanimu? Uwais al-Qorni mengatakan, “BERADA DI TENGAH-TENGAH BANYAK ORANG SEHINGGA TIDAK DIKENAL ITU LEBIH KU SUKAI.” (R.Muslim)

Dari kitab: Birrul walidain
Oleh: Khalid bin jum'ah Al-Kharraz. 

Fawaidh Hadits:

1. Uwais Alqorni adalah seseorang yg sangat berbakti kepada Ibunya.
2. Diijabkahkannya doa seseorang dgn sebab berbuat baik kepada Ibunya (yg memiliki hub kerabat).
3. Tawadhu dan zuhudnya Uwais Alqorni. 

(Ahmad Ferry Nasution)
Read more →

Peringatan Isra' Mi'raj

,
Cobalah periksa...!
Lalu teliti...!

Apakah benar isra' mi'raj terjadi di bulan rajab..?

Ibnu Rajab rahimahullah berkata:
Telah diriwayatkan bahwa telah terjadi di bulan rajab..
Kejadian kejadian besar..
Namun semua itu tidak shahih.. (Lathaiful ma'arif hal. 168)

Imam Abu Syaamah rahimahullah berkata:
"Sebagian tukang cerita menyebutkan..
Bahwa isra mi'raj terjadi di bulan rajab..
Semua itu menurut ahli jarh watta'dil adalah kedustaan..
(Al Ba'its hal 171)

Cobalah periksa..!
Lalu teliti..!

Adakah Rasulullah dan para shahabat merayakan malam isra mi'raj..?

Adakah imam yang empat memperingatinya..?

Siapakah yang lebih tahu tentang kebaikan..? 

Bila itu baik, tentu mereka telah lebih dahulu melakukannya..

Ibnul Hajj berkata, "Diantara bid'ah yang mereka ada-adakan..
Peringatan malam dua puluh tujuh rajab..
Yang dianggap malam isra mi'raj.
(Al Madkhal 1/199)

Tidak memperingati bukan berarti tidak menghormati..
Tapi membuat syari'at yang tidak pernah diizinkan oleh Allah سبحانه وتعالى adalah tercela..

Karena Robbuna berfirman:

أم لهم شركاء شرعوا لهم من الدين ما لم يأذن به الله 

"Apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu (bagi Allah) yang membuat syari'at untuk mereka dari agama sesuatu yang tidak diizinkan oleh Allah?" (QS. Shad: 20)

(Ustadz Yahya Badrusalam, LC حفظه الله تعالى)
Read more →

Menata Hati

,
Tiada yg lebih sensitif & lebih sulit untuk dijaga dari pada hati..

Namun lebih berat lagi menata hati yg sudah rusak & kritis agar bisa kembali kpd kenikmatan penghambaan kepada Allah..

Berikut ini beberapa langkah kongkrit untuk menata hati demi menjaga kehangatan hubungan dgn sang Maha Pencipta..

Dalam surat Al-Maidah:93 Allah menyebut kata takwa 3 kali secara berturut-turut..

Berkata ulama," Ada pesan penting yg Allah sampaikan melalui firman-Nya yg Maha Sempurna tersbt..Bhw Dia memberitahu kpd kita semua cara menata hati..".

1. Dengan membersihkan hati dari segala unsur syirik & mengokohkannya dgn tauhid & iman

2. Dengan mensterilkan hati dari seluruh perkara2 yg tdk ada tuntunannya dari Rasul shallallahu 'alaihi wasallam & sahabatnya serta dalam waktu yg sama berkomitmen untuk siap mengikuti petunjuk mereka

3. Dengan selalu memberi gizi hati dgn keta'atan kpd Allah secara kontinyu sekaligus meninggalkan seluruh maksiat kpd-Nya.

Ya Allah! Teguhkanlah hati kami diatas kebenaran!

Jagalah hati kami agar ttp tertata dgn baik dlm beribadah kpd-Mu..!

(Ust Djazuly Lc حفظه الله تعالى)
Read more →

Ada Apa dengan Bulan Rajab?

,
Allah menciptakan 12 bulan dalam setahun..
Diantaranya adalah empat bulan haram..
Dzulqaidah, dzulhijjah, muharram dan rajab..
Allah melarang kita berbuat zalim di bulan bulan tersebut..
Padahal berbuat zalim di selain bulan itu di haramkan..
Namun..
Kezaliman di bulan bulan itu DILIPATGANDAKAN DOSANYA..

Sekarang di bulan Rajab..
Berhati-hatilah dari perbuatan zalim..
Kezaliman yang agung sering dilakukan di bulan ini..
Dengan menebar HADITS2 PALSU seputar Rajab..
Seperti keutamaan tanggal 1 rajab, 2,3,4 dan seterusnya..
Seperti hadits: 
-Rajab adalah bulan Allah..
-Hadits tentang shalat raghaib..

Semua itu dusta atas nama Nabi..

Al Hafidz ibnu Hajar rahimahullah..
Telah menjelaskan dalam kitabnya: Tabyinul 'ajab..

Bahwa hadits-hadits tentang keutamaan rajab adalah lemah dan palsu..

Ingatlah saudaraku sebuah hadits:
"Siapa yang sengaja berdusta atas namaku..
Hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya dalam api Neraka..
(HR Bukhari Muslim dan lainnya..)

Rajab memang bulan haram...
Namun TIDAK ada amalan khusus di bulan ini..
TIDAK ada bedanya dengan bulan bulan haram lainnya..
Untuk memperbanyak amal ibadah dan menjauhi keharaman..
Semoga kita diberi kekuatan dan dilindungi dari berbuat zalim..
Aamiin.

(Ustadz Badrussalam, Lc حفظه الله تعالى)
Read more →

Renungan...

,
Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا، فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا

“Saya sangat mengetahui sekelompok kaum dari umatku yang datang pada hari kiamat dengan kebaikan-kebaikan seperti gunung-gunung Tihâmah yang putih, kemudian Allah menjadikan (kebaikan-kebaikan tersebut) bagaikan debu yang beterbangan.”
Tsauban bertanya, “Wahai Rasulullah, sifatkanlah mereka kepada kami, perjelaslah kepada kami tentang mereka. Jangan sampai kami tergolong dari mereka, sedang kami tidak mengetahui.”(Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam) bersabda,

أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ، وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ، وَيَأْخُذُونَ مِنَ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ، وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا

“Ketahuilah, mereka itu adalah saudara-saudara kalian sendiri dan dari jenis kalian, juga mereka mengambil bagian dari (shalat) malam sebagaimana kalian mengambilnya. Akan tetapi, mereka adalah sekelompok kaum yang, apabila bersendirian dengan hal-hal yang Allah haramkan, mereka melanggarnya.”[Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan selainnya. Sanadnya dishahihkan oleh Al-Albany dalam Ash-Shahihah no. 505]
Read more →

Friday, May 2, 2014

Yang Banyak Belum Tentu Benar

,
Parameter kebenaran bukanlah berdasarkan kuantitas, banyak atau sedikit. Akan tetapi, “kebenaran itu (disebut kebenaran) tatkala sesuai dengan dalil (al-Qur`an dan Hadits shahih dengan bertumpu pada pemahaman Salaful ummah) tanpa perlu menengok banyaknya orang yang menerima atau minimnya penolakan orang. Antipati manusia atau respon positif mereka tidak otomatis menunjukkan kebenaran atau penyimpangan satu pendapat. Tiap pendapat dan perbuatan haruslah berdasarkan dalil (yang shahih) kecuali pendapat (ucapan) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam , karena ucapan beliau sudah menjadi hujjah (dasar, dalil)”. (Lihat Manhajul Istidlâl 2/695).
Allâh Ta’âla telah mengabarkan tentang umat terdahulu bahwa kaum minoritas bisa saja berada di atas al-haq. Allâh Ta’âla berfirman:
وَمَا آمَنَ مَعَهُ إِلَّا قَلِيلٌ
Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit”. (QS Hûd/11:40).
Maka, siapa saja berada di atas al-haq yang berlandaskan dalil yang shahih dan lurus, berkomitmen kuat dengannya dalam ucapan, perbuatan, keyakinan, meskipun ia sendirian, dialah orang yang benar dan lurus, dan selanjutnya pantas diikuti oleh orang lain.
Bahkan, seandainya pun tidak ada seorang pun yang berpegang teguh dengan al-haq, selama itu merupakan kebenaran, tetaplah merupakan kebenaran dan menjadi sumber keselamatan. (Syarhu Masâili al-Jâhiliyyah hlm. 61).
Apabila kebanyakan orang hanyut dalam kebatilan dengan melanggar syariat, tidak konsisten dengan ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalla yang diutus untuk menyampaikan ilmu dan hidayah kepada semua manusia, mengadakan hal-hal baru dalam agama Islam yang tidak ada dasarnya yang jelas dan tidak pernah dikenal oleh generasi terbaik umat Islam, dalam kondisi demikian, pendapat mereka harus ditolak dan tidak boleh terpedaya dengan jumlah mereka yang ada di mana-mana.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah juga telah menggariskan pesan pentingnya, “Janganlah engkau (mudah) tertipu dengan apa yang mengelabui orang-orang jahil. Mereka itu mengatakan, ‘Jika orang-orang itu (yang berada di atas al-haq) betul-betul di atas kebenaran, mestinya jumlah mereka tidak akan sedikit. Sementara manusia lebih banyak yang tidak sejalan dengan mereka’. Ingatlah bahwa sesungguhnya orang-orang (yang berada di atas al-haq) itulah manusia (sebenarnya). Sedang orang-orang yang bertentangan dengan mereka hanyalah serupa dengan manusia, bukan manusia. Manusia (sebenarnya) hanyalah orang-orang yang mengikuti al-haq meskipun mereka berjumlah paling sedikit”. (Miftâhu Dâris Sa’âdah 1/147).
Sahabat ‘Abdullâh bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah berkata:
لاَ يَكُنْ أَحُدُكُمْ إِمَّعَةً يَقُوْلُ: “أَنَا مَعَ النَّاسِ”. لِيُوَطِّنَ أَحَدُكُمْ عَلَى أَنْ يُؤْمِنَ وَلَوْ كَفَرَ النَّاسُ
Janganlah seseorang dari kalian menjadi latah (dengan) mengatakan, ‘Aku bergabung dengan (arus) manusia (saja)’. Hendaknya ia melatih diri untuk beriman walaupun orang-orang telah kafir”.
Maka, bertolak dari nasehat berharga di atas, mari kita tanamkan pada diri kita, “Hendaknya kita melatih diri (dan berusaha keras) untuk berkomitmen dengan petunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, walaupun banyak orang telah meremehkan, mengabaikan petunjuk beliau dan mengadakan hal-hal baru dalam Islam “.
Semoga Allâh Ta’âla memberikan hidayah, rasyâd dan taufik-Nya kepada kita semua.
Penulis: Ustadz Muhammad Ashim Musthafa
Artikel Muslim.Or.Id
Read more →